Kick Off P2P Se-Provinsi Jambi, Bawaslu Kota Jambi Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif
|
Kota Jambi — Bawaslu Kota Jambi menggelar kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) di Sekretariat Bawaslu Kota Jambi, Senin (22/6/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting karena sekaligus menandai kick off Pendidikan Pengawas Partisipatif se-Provinsi Jambi, yang selanjutnya akan dilaksanakan secara bertahap oleh Bawaslu kabupaten/kota lainnya di Provinsi Jambi.
Kegiatan ini diikuti oleh 20 pemuda dan pemudi Kota Jambi yang berasal dari berbagai latar belakang. Mereka dibekali pemahaman mendalam mengenai kepemiluan dan pengawasan sebagai upaya membentuk kader-kader pengawas partisipatif yang aktif, kritis, dan berintegritas.
Ketua Bawaslu Kota Jambi, Alamsah, menyampaikan bahwa pengawasan pemilu tidak dapat hanya dibebankan kepada Bawaslu semata, tetapi membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat, khususnya generasi muda.
“Pengawasan pemilu akan semakin kuat apabila masyarakat ikut terlibat. Melalui pendidikan ini, kami ingin melahirkan agen-agen pengawasan partisipatif yang mampu menjadi perpanjangan tangan Bawaslu dalam menjaga demokrasi,” ujar Alamsah.
Sebagai narasumber, kegiatan ini menghadirkan lima komisioner Bawaslu Kota Jambi, yaitu Alamsah, Hazairin, Johan Wahyudi, Sinta Febria Ningsih dan Akbar Gafari Awinda. Selain itu, hadir pula Akademisi Ilmu Politik Universitas Jambi, Zakly Hanafie Ahmad, yang turut memberikan materi dan perspektif akademik mengenai tantangan demokrasi dan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu.
Materi yang diberikan dalam kegiatan ini meliputi Pengawasan Pemilu, Pencegahan Pelanggaran, Penanganan Pelanggaran, Penyelesaian Sengketa dan Pengawasan Partisipatif.
Para peserta tidak hanya menerima materi teoritis, tetapi juga diajak berdiskusi mengenai berbagai persoalan demokrasi yang berpotensi muncul dalam setiap tahapan pemilu, mulai dari politik uang, disinformasi, hingga pelanggaran administrasi.
Zakly Hanafie Ahmad menekankan bahwa penguatan pengawasan partisipatif menjadi kebutuhan penting di tengah dinamika demokrasi yang semakin kompleks.
“Demokrasi yang sehat membutuhkan masyarakat yang kritis dan berani terlibat. Pengawasan partisipatif adalah fondasi penting untuk memastikan proses pemilu berjalan jujur dan adil,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Jambi berharap 20 peserta yang telah mengikuti pendidikan dapat menjadi pelopor pengawasan partisipatif di lingkungan masing-masing serta turut mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kualitas demokrasi.
Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen Bawaslu dalam memperluas basis pengawasan partisipatif sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
Foto : Ahmad Mufty Alamsah
Penulis : Danang Noprianto
Editor : Adry Hermawan