Lompat ke isi utama

Berita

Potensi Intervensi ASN Jadi Perhatian dalam Diskusi Demokrasi Bawaslu–FKKMI

Diskusi Konsolidasi demokrasi dengan BPW 1 FKMI Sumbagtama

Diskusi Konsolidasi demokrasi dengan BPW 1 FKMI Sumbagtama

Kota Jambi – Bawaslu Kota Jambi menggelar Diskusi Konsolidasi Demokrasi bersama BPW I FKKMI Sumbagtama, Senin (23/2/2026).

 Kegiatan yang dipimpin Anggota Bawaslu Kota Jambi, Hazairin, tersebut menyoroti salah satu isu krusial dalam dinamika pemilu, yakni potensi intervensi terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN).


Dalam diskusi, perwakilan FKKMI menilai kerentanan dapat muncul ketika calon petahana kembali aktif menjabat beberapa hari sebelum hari pemungutan suara setelah masa cuti kampanye berakhir.

 Kondisi tersebut dinilai membuka peluang terjadinya konflik kepentingan, terutama terhadap netralitas ASN.


Menurut mereka, celah regulasi terkait masa cuti petahana perlu menjadi perhatian serius. Bahkan, muncul pandangan agar aturan tersebut dapat ditinjau kembali sehingga tidak menimbulkan potensi intervensi menjelang hari pencoblosan.


Selain isu netralitas ASN, FKKMI juga mengapresiasi perjalanan pengawasan pemilu yang telah dijalankan Bawaslu.

 Dari sudut pandang mahasiswa, Bawaslu dinilai telah melaksanakan tugas dan fungsi sesuai kewenangannya. Namun demikian, tantangan demokrasi seperti praktik politik uang dan penguatan edukasi publik tetap menjadi pekerjaan bersama.


FKKMI menegaskan komitmennya untuk berkolaborasi dalam penguatan pengawasan partisipatif dan edukasi, khususnya melalui media sosial yang dinilai efektif menjangkau generasi muda.


Menanggapi berbagai masukan tersebut, Hazairin menyampaikan bahwa partisipasi mahasiswa merupakan elemen penting dalam menjaga integritas pemilu. Ia menekankan bahwa pengawasan tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan dan kontrol sosial dari masyarakat.


“Ruang kolaborasi selalu terbuka. Penguatan demokrasi membutuhkan peran bersama, termasuk dalam menjaga netralitas ASN dan mencegah potensi pelanggaran,” ujar Hazairin.

O
Melalui diskusi ini, diharapkan perhatian terhadap netralitas ASN dan penguatan regulasi dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga kualitas demokrasi yang transparan dan berintegritas.

Penulis: Danang Nop rianto

Foto : Danang Nop rianto

Editor : Adry Hermawan