Rapat Kerja Divisi HP2H: Strategi Pengawasan Tahapan Pemungutan Suara untuk Pemilihan Serentak 2024
|
Jambi, 16 November 2024 – Dalam upaya mempersiapkan pengawasan yang komprehensif dan efektif pada tahapan pemungutan suara Pemilihan Serentak 2024, Bawaslu Kota Jambi menyelenggarakan Rapat Kerja Divisi HP2H. Bertempat di O2 Weston Hotel, Jambi, kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengawas pemilu dari berbagai tingkatan, termasuk Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), Pengawas Kelurahan/Desa (PKD), dan Pengawas TPS (PTPS).
Kegiatan ini dibuka oleh Plh. Ketua Bawaslu Kota Jambi, Hazairin, S.H., M.H., didampingi oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas, Alamsah, S.Pd.I. Pembukaan diawali dengan laporan dari Ketua Panitia, Adyan Coga Guci, yang juga merupakan Koordinator Sekretariat Bawaslu Kota Jambi.
Dalam laporannya, Adyan menekankan pentingnya keteraturan dalam administrasi keuangan sebagai salah satu elemen kunci menjaga akuntabilitas pengawasan pemilu.
Pidato Pembukaan oleh Hazairin, S.H., M.H.
Dalam sambutannya, Hazairin menekankan pentingnya pemahaman terhadap PKPU 17 Tahun 2023 yang memuat regulasi teknis pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara.
“Pemahaman mendalam terhadap regulasi ini sangat penting, terutama untuk mengantisipasi isu strategis yang berpotensi memengaruhi pelaksanaan pemilu. Koordinasi intensif antar pengawas dari semua tingkatan harus menjadi prioritas kita,” tegas Hazairin.
Ia juga menyoroti pentingnya prinsip aksesibilitas dalam menentukan lokasi TPS. Menurutnya, lokasi TPS harus dapat diakses dengan mudah oleh semua pemilih, termasuk penyandang disabilitas, untuk memastikan partisipasi aktif dalam pemilu.
Selain itu, Hazairin memperkenalkan konsep Early Warning System, yakni sistem deteksi dini untuk mengidentifikasi dan mencegah potensi permasalahan, baik di tingkat TPS, Kelurahan, maupun Kecamatan.
Arahan dari Koordiantor Divisi Pencegahan , Partisipasi Masyarakat dan Humas Bapak Alamsah, S.Pd.I
Alamsah, S.Pd.I., dalam pidatonya, mengajak semua pihak untuk bersatu dalam menyukseskan tahapan pemungutan suara yang diibaratkannya sebagai puncak dari seluruh rangkaian pemilu.
“Kegiatan ini bertujuan menyatukan persepsi seluruh elemen pengawas untuk memastikan pengawasan berjalan efektif dan sesuai dengan regulasi. Kehadiran narasumber dari KPU dan Bawaslu memberikan kesempatan bagi kita untuk mendalami norma baru dalam regulasi pengawasan,” ungkapnya.
Alamsah juga mengapresiasi peran sekretariat yang menjadi motor penggerak kegiatan, sembari mengingatkan peserta untuk mengikuti arahan dan materi dengan sungguh-sungguh.
Fokus pada Pengawasan Logistik dan Prosedur Pemungutan
Kegiatan ini menyoroti berbagai aspek penting, seperti pengawasan distribusi logistik pemilu, kesiapan TPS, serta prosedur pemungutan dan penghitungan suara ulang (PSU). Pengawas diinstruksikan untuk memahami setiap prosedur dengan baik agar mampu mendeteksi potensi pelanggaran sejak awal.
Dari sisi teknis, peserta diminta memastikan jumlah surat suara yang diterima sesuai dengan data, mencatatnya dalam formulir resmi, dan melaporkan hasil pengawasan secara akurat.
Memperkuat Sinergi Antar Pengawas
Dengan jumlah peserta mencapai 112 orang, kegiatan ini juga menjadi ajang memperkuat sinergi antara pengawas di berbagai tingkatan. Format kegiatan yang dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan peserta menjadi salah satu strategi agar semua elemen pengawas memiliki kesamaan pemahaman dan visi.
"Sinergi dan komunikasi yang intensif antar pengawas adalah kunci keberhasilan kita. Tantangan memang banyak, tetapi dengan kerja sama dan komitmen, kita pasti bisa menjalankan tugas dengan baik," tutup Hazairin.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Jambi berharap seluruh elemen pengawas dapat bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel untuk memastikan tahapan pemungutan suara Pemilu Serentak 2024 berjalan dengan sukses sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Penulis dan Foto: Adry Hermawan