Menatap Pemilu 2029, Bawaslu Kota Jambi Tegaskan Reformasi dan Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu
|
Kota Jambi - Menghadapi dinamika demokrasi yang semakin kompleks, Bawaslu Kota Jambi menggelar kegiatan bertajuk “Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu dalam Menghadapi Tantangan Pemilu Tahun 2029 dan Formula Ideal Kelembagaan Bawaslu”, Jumat (12/9/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Ratu Duo, Kota Jambi, ini menjadi ruang refleksi dan perumusan arah baru bagi penguatan kelembagaan pengawas Pemilu di masa depan.
Forum ini dimanfaatkan Bawaslu Kota Jambi sebagai ajang perumusan strategi kelembagaan yang lebih adaptif dan berdaya saing.
Hadir sebagai pembicara utama, Anggota Bawaslu RI, Puadi yang menegaskan bahwa penguatan kelembagaan bukan hanya keperluan struktural, melainkan pondasi utama menjaga kualitas demokrasi di tengah tantangan baru yang terus berkembang.
“Bawaslu hari ini tidak cukup hanya kuat secara struktur, tapi harus tangguh secara nilai. Integritas, kapasitas, dan keberanian moral adalah modal utama menghadapi tantangan demokrasi, mulai dari politik uang, netralitas ASN, hingga misinformasi yang masif,” tegas Puadi dalam paparannya.
Ia juga menyoroti bahwa dinamika Pemilu ke depan akan menuntut Bawaslu untuk lebih responsif, kolaboratif, dan berbasis data.
“Bawaslu tidak boleh hanya menjadi pengawas, tetapi juga harus menjadi penggerak edukasi politik publik dan penjaga etika demokrasi,” tambahnya.
Kegiatan ini diikuti oleh beragam unsur, mulai dari penyelenggara Pemilu, pemerintah daerah, akademisi, media, hingga tokoh adat dan pemuda. Kolaborasi lintas sektor tersebut mencerminkan kesadaran bersama bahwa pengawasan Pemilu bukan hanya tanggung jawab Bawaslu, melainkan juga tugas kolektif masyarakat demokratis.
Ketua Bawaslu Kota Jambi, Alamsah, menegaskan bahwa tantangan demokrasi ke depan tidak hanya datang dari pelanggaran prosedural, tetapi juga dari degradasi nilai dan ketidakpercayaan publik terhadap proses politik.
“Kami menyadari bahwa tugas pengawasan tidak lagi sekadar memeriksa pelanggaran, tetapi memastikan sistem demokrasi tetap dipercaya rakyat. Karena itu, penguatan kelembagaan kami arahkan untuk membangun kultur integritas dan profesionalisme pengawas di semua tingkatan,” ungkap Alamsah.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam membangun blueprint kelembagaan pengawas Pemilu yang ideal menjelang 2029, dengan menekankan efisiensi struktur, peningkatan kapasitas SDM, dan pemanfaatan teknologi informasi dalam pengawasan.
Sejumlah narasumber turut memberikan pandangan kritis terhadap arah penguatan kelembagaan Bawaslu, di antaranya Bahtra Banong (Wakil Ketua Komisi II DPR RI), Nur Kholiq (mantan Ketua KPU Provinsi Jambi), dan Syahlan Samosir (Ketua Peradi Provinsi Jambi).
Mereka sepakat bahwa formula kelembagaan ideal harus mencakup tiga aspek utama: kemandirian kelembagaan, kapasitas sumber daya, dan kejelasan sistem penegakan hukum Pemilu. Bahtra Banong menegaskan, “Reformasi kelembagaan pengawas Pemilu harus mengarah pada model yang kuat di lapangan, bukan hanya di atas kertas.”
Sementara itu, Nur Kholiq menyoroti pentingnya kolaborasi antara pengawas dan penyelenggara dalam membangun kepercayaan publik.
“Demokrasi tidak akan sehat jika antarpenyelenggara saling curiga. Bawaslu dan KPU harus membangun relasi kerja yang saling memperkuat, bukan saling membatasi,” ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung dua hari ini melahirkan sejumlah gagasan strategis, termasuk dorongan untuk memperkuat unit riset pengawasan, membangun sistem pelaporan digital terpadu, serta memperluas kemitraan dengan masyarakat sipil sebagai mitra pengawasan partisipatif.
“Bawaslu Kota Jambi ingin menjadi lembaga yang bukan hanya reaktif terhadap pelanggaran, tetapi juga proaktif mendorong literasi demokrasi dan pengawasan publik,” tutup Alamsah.
Melalui agenda penguatan kelembagaan ini, Bawaslu Kota Jambi menegaskan komitmennya untuk terus menjaga marwah pengawasan Pemilu dan memastikan bahwa demokrasi di Jambi berjalan dengan prinsip keadilan, transparansi, dan integritas, menuju Pemilu 2029 yang lebih matang dan beradab.
Penulis : Adry Hermawan
Foto : Agus Setiawan
Editor : Danang Novrianto