Lompat ke isi utama

Berita

Literasi Data Pengawasan Pemilu: Bawaslu RI Bangun Kapasitas Akademik Hadapi Tantangan Demokrasi Digital

Anggota Bawaslu RI Puadi (dua dari kiri) bersama narasumber Literasi data pengawasan pemilu dan bedah buku di Universitas Jambi, Kamis (4/12/2025)

Anggota Bawaslu RI Puadi (dua dari kiri) bersama narasumber Literasi data pengawasan pemilu dan bedah buku di Universitas Jambi, Kamis (4/12/2025) 

Muaro Jambi — Universitas Jambi menjadi titik ke-19 dalam rangkaian Literasi Data Pengawasan Pemilu yang digelar Bawaslu RI di 20 universitas se-Indonesia. 

Berlangsung di Gedung Peradilan Semu Fakultas Hukum Unja, Kamis (4/12/2025), kegiatan ini menegaskan bahwa pengawasan pemilu kini memasuki fase baru: era big data, di mana kapasitas membaca, menafsirkan, dan mengelola data menjadi kunci menjaga integritas demokrasi.

Anggota Bawaslu RI, Puadi, menyampaikan bahwa sosialisasi literasi data ke lingkungan akademik sangat penting karena kualitas pengawasan pemilu tidak lagi bisa bertumpu pada metode konvensional. 

“Hasil pengawasan bawaslu selama ini bukan sekadar informasi yang disimpan, tetapi pengetahuan yang harus dibaca, dipelajari, dan dikembangkan. Pengawas pemilu kini dihadapkan pada kompleksitas data pemilih, data logistik, dinamika media sosial, hingga pola pelanggaran yang terus berubah,” tegasnya.

Puadi menekankan bahwa kemampuan literasi data merupakan kompetensi strategis bagi pengawas pemilu untuk melakukan deteksi dini pelanggaran, termasuk membaca indeks dan pola pemetaan pelanggaran. 

“Kedepan, literasi data menjadi pintu masuk untuk re-desain kepemiluan agar tidak menimbulkan ketidakpastian maupun celah pelanggaran. Ini prasyarat penting bagi Bawaslu dalam merespons konsekuensi hukum pasca putusan MK,” jelasnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran pimpinan Bawaslu Provinsi Jambi, serta pimpinan Bawaslu Kota Jambi — Alamsyah, Hazairin, Sinta Febria Ningsih, Akbar Gafari Awinda, dan Johan Wahyudi. Hadir pula pimpinan Bawaslu Muaro Jambi beserta staf.

Dekan Fakultas Hukum Unja, Dr. Hartati yang menyambut langsung kegiatan ini dan menilai bahwa literasi data merupakan kebutuhan mendesak baik bagi akademisi maupun pengawas pemilu. Mahasiswa serta dosen FH Unja terlihat aktif mengikuti rangkaian diskusi dan tanya jawab.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan bedah buku karya Puadi yang disusun berdasarkan disertasinya di Universitas Nasional, berjudul “Dinamika Pengawasan Pemilu: Peran Bawaslu dan Interaksi Kepentingan.” 

Buku ini memuat pengalaman pengawasan pemilu sejak 2014 serta mengulas isu-isu krusial di setiap tahapan pemilu.

Bedah buku menghadirkan akademisi dari berbagai kampus, yaitu Prof. Dr. Triipto Sumadi, M.Si., M.Pd.; Dr. Yance Arizona, S.H., M.H., M.A.; Dr. Khairul Fahmi, S.H., M.H.; dan Dr. Firmansyah Putra, S.H., M.H., CCD., CLA. 

Para akademisi menyoroti bahwa pengawasan pemilu di masa depan tidak hanya membutuhkan regulasi yang kuat, tetapi juga kecakapan literasi data sebagai fondasi penguatan demokrasi.

Kegiatan literasi data di Unja tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi menjadi momentum memperkuat sinergi antara universitas dan Bawaslu. 

Kolaborasi ini dinilai penting agar kampus turut berperan dalam meningkatkan kualitas demokrasi melalui riset, evaluasi, serta mendorong pengawas pemilu yang adaptif terhadap perkembangan teknologi data.

Dengan posisi Unja sebagai titik ke-19, kegiatan ini semakin menegaskan bahwa literasi data bukan hanya kebutuhan teknis, tetapi fondasi strategis pengawasan pemilu yang modern, terbuka, dan berbasis pengetahuan.

 

Penulis : Danang Noprianto

Foto : Adry Hermawan

Editor : Adry Hermawan