Lompat ke isi utama

Berita

Ketua Bawaslu Kota Jambi Soroti Validitas Data Pemilih dalam Dialog RRI Pro 1

Siaran RRI

Kota Jambi – Ketua Bawaslu Kota Jambi, Alamsah, menyampaikan sejumlah sorotan penting terkait validitas data pemilih di Kota Jambi tahun 2025 dalam program Dialog Jambi Pagi Ini di RRI Pro 1, Senin (6/10/2025). 

Dialog yang membahas Jumlah pemilih Kota Jambi tahun 2025 tersebut turut menghadirkan Anggota KPU Kota Jambi, Rahmidiana, sebagai narasumber. Dalam kesempatan tersebut, Alamsah menjelaskan bahwa pengawasan terhadap data pemilih dilakukan secara berlapis, baik melalui pencermatan data pada aplikasi Sidalih maupun melalui kegiatan uji petik langsung di lapangan. “Sampel yang bisa kita pantau melalui Sidalih itu hanya untuk pemilih aktif. Sementara untuk data pemilih meninggal, TMS, dan pemilih baru, sifatnya masih berupa rekap. Setelah kita cermati di Sidalih, barulah kita lakukan uji petik. Jika ditemukan data yang anomali atau ada indikasi ketidaksesuaian, kita turun langsung untuk memastikan kebenarannya,” jelas Alamsah. 

Hasil dari kegiatan uji petik dan pencermatan tersebut menunjukkan adanya sejumlah temuan yang perlu segera ditindaklanjuti. Salah satunya adalah keberadaan dua data pemilih di Lapas Perempuan Kota Jambi. “Dari hasil uji petik, kita menemukan ada dua pemilih di Lapas Perempuan, padahal di sana tidak ada warga binaan perempuan. Seharusnya data itu tidak muncul di situ. Kita sudah memberikan saran perbaikan secara lisan maupun tertulis kepada KPU untuk sama-sama melakukan faktualisasi, agar pemilih tersebut dapat ditempatkan sesuai alamat sebenarnya,” ujar Alamsah. 

Lebih lanjut, Bawaslu Kota Jambi juga menyoroti persoalan data pemilih meninggal dunia yang belum seluruhnya teridentifikasi oleh KPU. Berdasarkan hasil pencermatan, data yang diperoleh dari Dinas Dukcapil menunjukkan bahwa sejak Januari hingga September 2025 terdapat 3.562 pemilih yang telah memiliki status kematian. “Sementara data dari KPU menunjukkan jumlah pemilih meninggal pada Triwulan I sebanyak 274 dan Triwulan II sebanyak 574, jadi totalnya baru 848. Artinya, masih banyak data pemilih meninggal yang belum terbaca oleh KPU. Ini akan terus kita dorong dan bantu agar data tersebut bisa dieksekusi, setidaknya sekitar dua ribuan yang perlu ditindaklanjuti,” tegasnya. 

Bawaslu Kota Jambi menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan KPU dan Dukcapil untuk memastikan setiap data pemilih benar-benar valid dan mutakhir. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari pengawasan berkelanjutan agar daftar pemilih di Kota Jambi bersih, akurat, dan menjamin hak pilih seluruh warga.

Penulis : Danang Noprianto Foto : Agus Setiawan Editor : Adry Hermawan