Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Jambi dan Mahasiswa FH Unja Bahas Tantangan Kampanye Digital dan Hoaks Pemilu

Diskusi Konsolidasi Demokrasi Ketua Bawaslu Kota Jambi, Alamsah bersama Mahasiswa FH Unja

Diskusi Konsolidasi Demokrasi Ketua Bawaslu Kota Jambi, Alamsah bersama Mahasiswa FH Unja

Kota Jambi – Ketua Bawaslu Kota Jambi, Alamsah, menggelar diskusi konsolidasi demokrasi bersama mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jambi, Selasa (12/5/2026). 

Kegiatan ini menjadi ruang dialog untuk membahas dinamika pengawasan pemilu di era digital yang semakin kompleks.


Dalam diskusi tersebut, isu utama yang diangkat adalah kampanye di ruang digital, yang dinilai semakin berkembang seiring dengan kemajuan teknologi informasi. 

Perkembangan ini membawa tantangan baru, khususnya terkait penyebaran disinformasi dan hoaks yang berkaitan dengan pemilu.


Alamsah menyampaikan bahwa transformasi digital menuntut pengawasan yang lebih adaptif dan responsif. Menurutnya, ruang digital kini menjadi salah satu arena utama dalam kontestasi politik, sehingga perlu perhatian serius dari semua pihak.


“Perkembangan teknologi membuat pola kampanye berubah. Jika dulu lebih banyak dilakukan secara konvensional, sekarang bergeser ke ruang digital yang lebih cepat, luas, dan sulit dikendalikan,” ujarnya.


Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jambi yang hadir dalam diskusi tersebut turut memberikan pandangan kritis. Mereka menilai bahwa regulasi terkait kampanye digital harus diperkuat agar memiliki kepastian hukum yang jelas.


“Harus ada aturan yang benar-benar kuat dan tidak multitafsir, karena di era digital ini hampir semua aktivitas kampanye terjadi di ruang online,” ungkap salah satu mahasiswa.


Selain itu, mahasiswa juga menyoroti pentingnya peran aktif penyelenggara pemilu, khususnya Bawaslu dan KPU, dalam menghadapi tantangan hoaks dan disinformasi. 

Mereka mendorong agar edukasi kepada masyarakat dilakukan secara lebih masif, cepat, dan responsif.
Menurut mereka, kualitas pengawasan sangat bergantung pada kapasitas sumber daya manusia (SDM) serta kemampuan lembaga dalam merespons perkembangan informasi yang begitu cepat.


Menanggapi hal tersebut, Alamsah menegaskan bahwa penguatan pengawasan di ruang digital menjadi salah satu fokus penting ke depan. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk kalangan mahasiswa, dalam meningkatkan literasi digital masyarakat.


“Pengawasan tidak bisa hanya dilakukan oleh lembaga. Perlu keterlibatan semua pihak, termasuk mahasiswa, untuk bersama-sama melawan hoaks dan menjaga kualitas demokrasi,” tambahnya.


Diskusi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat kesadaran bersama mengenai pentingnya pengawasan kampanye digital, serta mendorong lahirnya gagasan-gagasan baru dalam menjaga pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas di era digital.

Penulis : Danang Noprianto

Foto : Danang Noprianto

Editor : Adry Hermawan